Dari 16 partai peserta Pileg 2019, hanya 9 partai yang berhasil melampaui ambang batas parlemen 4% dan memperoleh kursi di DPR RI periode 2019-2024.
Parliamentary Threshold Pemilu 2019: 4%
Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 menetapkan Parliamentary Threshold sebesar 4% — partai harus mendapatkan minimal 4% suara nasional untuk bisa menempatkan wakilnya di DPR RI. Dari 16 partai peserta, hanya 9 partai yang berhasil lolos.
9 Partai yang Lolos ke DPR RI 2019–2024
| No. |
Partai |
Suara |
% |
Kursi DPR |
| 1 |
PDI Perjuangan |
27.053.961 |
19,33% |
128 kursi |
| 2 |
Partai Gerindra |
17.594.839 |
12,57% |
78 kursi |
| 3 |
Partai Golkar |
17.229.789 |
12,31% |
85 kursi |
| 4 |
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) |
13.570.097 |
9,69% |
58 kursi |
| 5 |
Partai Nasdem |
12.661.792 |
9,05% |
59 kursi |
| 6 |
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) |
11.493.663 |
8,21% |
50 kursi |
| 7 |
Partai Demokrat |
10.876.507 |
7,77% |
54 kursi |
| 8 |
Partai Amanat Nasional (PAN) |
9.572.623 |
6,84% |
44 kursi |
| 9 |
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) |
6.323.147 |
4,52% |
19 kursi |
| Total Kursi DPR |
575 kursi |
7 Partai yang TIDAK Lolos Parliamentary Threshold
Tujuh partai gagal melewati ambang batas 4% dan tidak mendapatkan kursi DPR:
- Partai Berkarya — 2,09%
- Partai Hanura — 1,54%
- Perindo — 2,67%
- Partai Bulan Bintang (PBB) — 0,79%
- PKPI — 0,22%
- Partai Garuda — 0,50%
- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) — 1,89%
Koalisi di Parlemen
Koalisi Indonesia Kerja (Pendukung Jokowi-Ma'ruf)
PDI-P, Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura → Total ±349 kursi = mayoritas DPR
Koalisi Indonesia Adil Makmur (Oposisi)
Gerindra, PKS, Demokrat, PAN → Total ±226 kursi
Analisis: Mengapa PDI-P Dominan?
PDI-P meraih suara terbanyak berkat:
- Efek ekor jas Jokowi: Popularitas presiden petahana yang tinggi mendongkrak suara PDI-P
- Mesin partai yang solid hingga tingkat desa, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur
- Program Nawacita yang sudah berjalan 5 tahun menjadi bukti nyata kinerja pemerintah
Hasil Pileg 2019 menjadi fondasi koalisi pemerintahan Jokowi–Ma'ruf untuk periode 2019–2024, dengan dukungan mayoritas kuat di parlemen.