Dari petugas yang gugur bertugas hingga tinta yang tak bisa dicuci — inilah 7 fakta unik dan mengejutkan dari Pemilu 2019 yang mungkin belum Anda ketahui.
Pemilu 2019 Bukan Sekadar Coblos-Coblos Biasa
Di balik hiruk pikuk kampanye dan persaingan politik yang panas, Pemilu 2019 menyimpan berbagai fakta menarik yang jarang terekspos media arus utama. Berikut 7 fakta mengejutkan yang perlu Anda ketahui.
Fakta #1: 894 Petugas Meninggal Dunia dalam Satu Malam
Ini fakta paling menggetarkan: 894 anggota KPPS meninggal dunia dan lebih dari 5.000 orang jatuh sakit setelah hari pencoblosan 17 April 2019. Mereka rata-rata bertugas 20–24 jam tanpa henti untuk menghitung 5 surat suara secara manual. Penyebab utama: kelelahan ekstrem yang memicu serangan jantung, stroke, dan komplikasi penyakit yang sudah ada sebelumnya.
Pemerintah kemudian memberikan santunan kepada keluarga korban dan menjanjikan perbaikan sistem pemilu untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
Fakta #2: Indonesia Butuh 900 Juta Lembar Surat Suara
Untuk melayani 192 juta lebih pemilih terdaftar yang masing-masing menerima 5 surat suara, KPU harus mencetak lebih dari 900 juta lembar surat suara. Jika ditumpuk, tingginya setara beberapa kali gunung Everest!
Proses pencetakan melibatkan beberapa percetakan di seluruh Indonesia dan butuh waktu berbulan-bulan untuk distribusi ke 34 provinsi, 514 kabupaten/kota, hingga lebih dari 813.000 TPS — termasuk di wilayah pedalaman dan kepulauan terpencil.
Fakta #3: Tinta Pemilu Tidak Bisa Dicuci Selama 24 Jam
Tinta ungu yang dicelupkan ke jari setelah memilih mengandung Silver Nitrate (AgNO₃) yang bereaksi dengan protein kulit dan membentuk ikatan kimia yang tidak bisa larut air biasa. Tinta ini dirancang bertahan minimal 24–48 jam untuk mencegah pemilih memilih lebih dari satu kali.
Uniknya, tinta ini pertama kali digunakan di India tahun 1962 dan kini dipakai di lebih dari 50 negara. Indonesia menggunakannya sejak Pemilu 2004.
Fakta #4: Ada 245.000+ Caleg yang Bersaing Memperebutkan 575 Kursi DPR
Pemilu 2019 mencatat rekor jumlah calon legislatif: lebih dari 245.000 caleg bersaing memperebutkan kursi di DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kab/Kota. Khusus untuk DPR RI, ada 7.968 caleg yang bersaing untuk 575 kursi — rasio persaingan sekitar 1:14.
Fakta #5: Pemilu 2019 Dianggap Sebagai "Pemilu Terbesar di Dunia dalam Satu Hari"
The Guardian dan berbagai media internasional menyebut Pemilu 2019 sebagai "the world's biggest single-day election". Dengan 192 juta pemilih terdaftar dan 813.000+ TPS yang dibuka serentak, tidak ada negara demokrasi lain yang menggelar pemilu sebesar ini dalam satu hari.
Sebagai perbandingan: Pemilu AS butuh berbulan-bulan proses (primer, konvensi, general election). India yang memiliki 900+ juta pemilih justru memecah pemilunya menjadi 7 fase yang berlangsung selama 6 minggu.
Fakta #6: Mantan Capres Yang Kalah Justru Masuk Kabinet
Sebuah momen rekonsiliasi yang jarang terjadi dalam demokrasi: Prabowo Subianto, yang kalah dalam Pilpres 2019 setelah menolak hasil dan menempuh jalur MK, akhirnya bergabung dalam kabinet pemerintahan Jokowi–Ma'ruf sebagai Menteri Pertahanan RI periode 2019–2024. Ini menunjukkan kedewasaan berdemokrasi, meski sebelumnya sempat terjadi ketegangan politik yang tinggi.
Fakta #7: Partisipasi Pemilih 81,97% — Tertinggi Sejak Reformasi
Tingkat partisipasi Pemilu 2019 mencapai 81,97% dari total DPT — angka tertinggi sejak era Reformasi 1998. Bahkan lebih tinggi dari Pilkada serentak manapun. Faktor pendorongnya antara lain: persaingan yang ketat antara dua paslon, masifnya kampanye media sosial, dan kesadaran politik generasi milenial yang semakin meningkat.
Bonus: Rekap Data Kilat Pemilu 2019
| Tanggal Pemungutan Suara | 17 April 2019 |
| Total DPT | 192.866.254 jiwa |
| Partisipasi | 81,97% |
| Jumlah TPS | 813.350 TPS |
| Surat Suara per Pemilih | 5 lembar |
| Pemenang Pilpres | Jokowi–Ma'ruf Amin (55,50%) |
| Partai Terbesar DPR | PDI-P (128 kursi) |
| Petugas KPPS Meninggal | 894 orang |