Menyelenggarakan pemilu serentak terbesar di dunia tentu tidak murah. Total anggaran Pemilu 2019 mencapai lebih dari Rp 25 triliun. Untuk apa saja uang sebesar itu digunakan? Dan apakah worth it untuk demokrasi Indonesia?
Berapa Total Anggaran Pemilu 2019?
Pemilu 2019 menjadi pemilu termahal dalam sejarah Indonesia. Total kebutuhan anggaran yang diajukan KPU dan disetujui pemerintah mencapai Rp 25,59 triliun — jauh di atas Pemilu 2014 yang menghabiskan sekitar Rp 16 triliun.
| Sumber Anggaran | Jumlah | Keterangan |
| APBN (KPU Pusat) | Rp 15,62 triliun | Untuk KPU RI, Bawaslu, logistik nasional |
| APBD (KPU Daerah) | ~Rp 10 triliun | Kontribusi pemda untuk operasional KPU daerah |
| TOTAL | ~Rp 25,59 triliun |
Rincian Penggunaan Anggaran
1. Logistik Surat Suara — Terbesar
Mencetak dan mendistribusikan lebih dari 900 juta lembar surat suara ke 813.000 TPS di seluruh pelosok Indonesia membutuhkan biaya terbesar. Distribusi ke daerah terpencil — Papua, Kepulauan Nias, Pulau-Pulau Kecil — menggunakan helikopter, kapal laut, dan kuda beban.
2. Honorarium Petugas
7,3 juta petugas KPPS (7 orang per TPS) masing-masing mendapat honorarium. Ditambah petugas PPS, PPK, PTPS Bawaslu, dan aparat keamanan. Total biaya SDM ini mencapai triliunan rupiah.
3. Sistem Teknologi Informasi
Pengembangan SITUNG (Sistem Informasi Penghitungan), SIREKAP uji coba, infrastruktur IT untuk 813.000 TPS, dan keamanan siber.
4. Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih
Iklan layanan masyarakat, roadshow, pendidikan pemilih pemula, hingga konten media sosial resmi KPU.
Biaya Per Pemilih: Rp 132.000
Jika dibagi rata ke 192 juta pemilih terdaftar, biaya Pemilu 2019 setara Rp 132.000 per pemilih. Bandingkan dengan:
| Negara | Biaya per Pemilih (estimasi) |
| Indonesia 2019 | ~Rp 132.000 (sekitar USD 9) |
| India 2019 | ~USD 7 |
| Amerika Serikat 2016 | ~USD 10 |
| Australia 2019 | ~USD 15 |
Kenaikan Biaya Dibanding Pemilu Sebelumnya
| Pemilu | Estimasi Anggaran | Catatan |
| 2004 | ~Rp 3,5 triliun | Pertama pasca-Reformasi |
| 2009 | ~Rp 11 triliun | Termasuk Pilpres putaran 2 |
| 2014 | ~Rp 16 triliun | Pileg + Pilpres terpisah |
| 2019 | ~Rp 25 triliun | Serentak, 5 surat suara |
Apakah Pemilu Mahal Itu Worth It?
Rp 25 triliun memang angka yang besar. Namun jika dilihat dari sisi investasi demokrasi, biaya ini setara dengan sekitar 1,6% APBN 2019 yang totalnya Rp 2.461 triliun. Artinya, Indonesia mengalokasikan kurang dari 2 sen dari setiap rupiah APBN untuk membiayai demokrasi.
Dengan partisipasi pemilih 81,97% dan legitimasi yang diakui internasional, banyak pengamat menilai biaya ini sebanding dengan nilainya bagi stabilitas dan keberlangsungan demokrasi Indonesia.
Pelajaran untuk Pemilu 2024
Tragedi meninggalnya 894 petugas KPPS mendorong evaluasi mendalam. Di Pemilu 2024, pemerintah dan KPU berupaya meningkatkan proteksi kesehatan petugas, mempertimbangkan e-rekapitulasi, dan mengoptimalkan teknologi untuk mengurangi beban manual — meski anggaran diperkirakan naik lagi.